AgendaNewsRilis MediaUncategorized

Halal Bihalal Virtual Bersama Generasi Milenal Kalsel, Haji Denny Ingatkan Bahaya Politik Uang

Gerakan Milenial Indonesia (GMI) Kalsel mengadakan acara Halal Bihalal Talk dan Silaturahmi bersama Haji Denny. Acara virtual itu mengangkat tema, “Menebar Optimisme: Waja Sampai Kaputing”. Diikuti lintas perwakilan organisasi, di antaranya Tunas Indonesia Raya (TIDAR Kalsel), Gerindra Masa Depan (GMD Kalsel), Bintang Muda Indonesia (BMI Demokrat Kalsel), dan Partai Gelora, Sabtu, 29 Mei 2021.

Muhammad Atras Mafazi, Sekjend GMI Pusat, dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan silaturahmi yang terdiri dari berbagai organisasi di Kalsel. Sudah seharusnya, kata Atras, meskipun berbeda background, latar belakang organisasi, namun pemuda dapat tetap bersatu untuk memajukan daerahnya.

Atras yang juga selaku Ketua Umum ISYEF (Indonesia Islamic Youth Economic Forum), menyampaikan rasa terima kasih kepada H. Denny karena dapat hadir berbagi inspirasi bagi anak muda di Kalsel. Menurutnya, sosok Haji Denny telah memberikan warna baru bagi gerakan anak-anak muda di Kalsel. “Agar sama-sama bisa memecahkan permasalahan di Kalimantan Selatan,” kata Atras.

Dalam paparannya, Haji Denny menghimbau agar generasi muda jangan pernah lelah berjuang untuk tegaknya kebenaran dan keadilan di Kalsel. Dia mengungkapkan meskipun kaya Sumber Daya Alam, namun betapa ketimpangan sosial dan ekonomi begitu nyata di Kalsel. Sumber Daya Alam yang berlimpah justeru hanya dinikmati segelintir orang.

“Sumber Daya Alam hanya akan jadi kutukan bila manajemen dan tata kelola berdasarkan ketamakan dan keserakahan,” kata Wakil Menteri Hukum dan HAM 2011-2014.

Haji Denny juga menceritakan tentang keberangkatannya ke KPK baru-baru ini guna melaporkan tindak pidana korupsi di bidang perpajakan dan perbankan di Kalsel. Ada dugaan dana masyarakat kalsel yang disimpan di salah satu bank di kalsel telah disalahgunakan yang mengakibatkan dana-dana kredit ratusan milyar mengalir tanpa prosedur perbankan yang semestinya.

Ada juga, lanjut Haji Denny, dugaan penempatan orang-orang titipan pada posisi direksi dan komisaris yang terafiliasi dengan grup usaha tertentu. Dengan posisi tersebut, mereka dapat mempengaruhi kebijakan bank. “Bolehlah kita katakan ini sebagai, saya terang saja, sebagai perampokan,” ujarnya.

Menurut Haji Denny, laporan tersebut hanya merupakan potret kecil di Kalsel jika kita mau melihat peta kejahatan yang lebih besar. “Itu hanya potret kecil yang terjadi di lapangan terkait Tindak Pidana Khusus. Masih banyak lagi. Belum lagi Tindak Pidana Umum seperti kasus perampasan lahan masyarakat, pembunuhan, kriminalisasi jurnalis, dan sebagainya,” jelasnya.

Pada momen ini, Haji Denny juga tanpa henti terus mengingatkan masyarakat agar semangat anti-politik uang terus tanpa henti harus disuarakan. Baginya, PSU 9 Juni nanti, sebagai proses demokrasi tidak boleh dirusak oleh ‘duitokrasi’ (kuasa uang). Pemilu harus memenangkan ‘rakyatokrasi’ (kuasa rakyat). Mudah-mudahan Kalimantan Selatan, siapapun gubernurnya, bisa menjadi lebih baik ke depannya,” ujarnya.

Suara Generasi Milenial

Rahmat Kamaruddin, Ketua GMI Kalsel, mengatakan acara ini merupakan ajang silaturahmi lintas pemuda di Kalsel saling menguatkan, serta berbagi inspirasi dan motivasi. Pasalnya, sejak beberapa bulan lalu banyak bencana menimpa Kalsel. Mulai dari bencana alam, sosial, kesehatan, ekonomi, hingga politik.

“Januari lalu, setelah sempat beberapa hari masyarakat menderita akibat banjir, Pemerintah Pusat seolah-olah tidak melihat Kalsel. Netizen Kalsel pun ramai bikin tagar #KalselJugaIndonesia, viral itu se-Indonesia, akhirnya dapat respon. Ini kejadian yang tidak sederhana,” kata Rahmat.

Tampilnya Haji Denny pada kontestasi Pilgub di Kalsel, menurut Rahmat, menjadi berkah tersendiri karena membuat media nasional kini ramai memberitakan soal Kalsel. “Ini tentu positif bagi demokrasi dan pembangunan daerah Kalsel. Haji Denny hadir membawa cahaya di tengah pasar gelap demokrasi di Kalsel,” kata Rahmat.

H. M. Alpiya Rakhman, Ketua TIDAR Kalsel, dalam paparannya membahas mengenai tantangan ke depan di Kalsel yakni tumpang tindih lahan masyarakat dan perusahaan, minimnya tenaga kerja, perlunya tata kelola lingkungan dan reklamasi lubang tambang, serta pencegahan bencana banjir.

Alpiya juga menekankan pentingnya Pemerintah Daerah menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan Pusat. “Kalau nanti jadi Gubernur, turunkan ego, jangan katakan kita tidak mau mengemis kepada Pemerintah Pusat. Jangan karena jadi gubernur lalu merasa tidak perlu dengan Pemerintah Pusat, itu salah,” kata Alpiya.

M. Randy Effendi, GMD Kalsel, mengatakan tema ‘Waja Sampai Kaputing’ memang sangat cocok bagi generasi muda. Terlebih dalam merespon banyaknya kejadian yang membuat masyarakat miris di Kalsel belakangan ini. “Sudah saatnya kita bergandengan tangan membangun Kalsel, berjuang hingga titik darah penghabisan,” katanya.

Barbital Windy Prasetyo, perwakilan Partai Gelora Kalsel, dalam paparannya menyinggung soal ketidakadilan dan ketimpangan ekonomi di Kalsel. Menurutnya, kekayaan alam Kalsel saat ini berbanding jauh dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut, kolaborasi antara kaum oligarki dan penguasa menjaga kepentingannya telah berupaya menciptakan budaya diam di tengah masyarakat. Masyarakat dibuat takut berpendapat karena bisa diteror. “Misalnya, mau bicara persoalan banjir, ternyata dipidanakan. Wah, ini kan susah juga jadinya,” kata Windy.

Deo Teguh Nugraha, BMI Demokrat Kalsel, sendiri menghimbau agar generasi milenial tidak mudah terpengaruh isu-isu hoax. Oleh karena itu, generasi muda, menurutnya, harus lebih kritis terhadap kabar yang datang silih berganti. “Kita harus pandai menyaring berita,” katanya.

Halal Bihalal Talk dan Silaturahmi virtual berlangsung sekitar dua jam. Dipandu oleh MC, M. Rizki Abi, selaku Ketua GMI Balangan, dan diawali oleh pembacaan ayat suci al-Qur’an oleh mahasiswa UIN Antasari, Taufik Hidayatullah. Diskusi dipandu host Errina Nanda, Kabid. Pemberdayaan Perempuan GMI Kalsel. (*)

https://www.youtube.com/watch?v=x6Mf8UTXPwQ&t=2611s

admin

You may also like

Uncategorized

Cell contact Casinos

At no cost traditionally slot http://www.fotolandia.info/are-constantly-at-this-time-there-whatever-absolutely-free-web-based-rpg-video-gaming-worthy-taking-part-in/ machine games are wonderful once you stay ...

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Agenda