AgendaNewsRilis Media

GMI Kotabaru Sukseskan Kegiatan Sosialisasi Perda Anggota DPRD Propinsi Kalsel

https://matabanua.co.id/2021/02/01/budaya-dan-kearifan-lokal-dilindungi/

Gerakan Milenial Indonesia (GMI) Kotabaru turut serta mensukseskan kegiatan sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2007 tentang Budaya Banua dan Kearifan Lokal. Kegiatan itu merupakan agenda kerja Anggota DPRD Propinsi Kalimantan Selatan, Fraksi Gerindra, Syaipul Rahmadi. Kegiatan berlangsung di Pulau Laut Utara, Kotabaru, Kalimantan Selatan, Sabtu 30 Januari 2021, Pukul 16.00 WITA.

Kegiatan dipandu langsung oleh Ketua GMI Kotabaru, Ahmad Heryadi, A.Md., yang bertindak sebagai host acara. Dihadiri sekitar 35 pemuda-pemudi GMI Kotabaru. Anggota DPRD Syaipul Rahmadi sendiri memberikan sambutan, lalu setelahnya sesi pembahasaan Undang-Undang oleh narasumber Gusti Surya, S.Hut. Berlanjut kemudian dengan sesi tanya-jawab bersama peserta, lalu ditutup dengan doa dan poto bersama.

Pada sesi tanya-jawab, menurut Sekertaris GMI Kotabaru Hamsuri M. Amin, GMI Kotabaru meminta agar DPRD dan Pemerintah mendukung peran serta kegiatan-kegiatan generasi milenial terkait pelestarian kebudayaan dan kearifan lokal, dengan menganggarkan dana bantuan.

Pria alumni pengkaderan Bukit Hambalang-Bogor pada program Gerindra Masa Depan (GMD) V itu mengungkapkan, sulitnya anggaran Pemerintah untuk membantu organisasi kepemudaan dapat berdampak pada surutnya kearifan lokal.

Beberapa peserta menyampaikan aspirasi agar mereka bisa memperoleh bantuan untuk kegiatan kesenian. “Menindaklanjuti permintaan GMI agar DPRD memberi lampu hijau untuk anggaran GMI (terkait) masalah budaya dan kesenian,” kata Hamsuri (1/2/2021)

Hamsuri mengungkapkan, sosialisasi Perda ini menjadi penting karena belakangan minimnya kegiatan kebudayaan dan kearifan lokal. “Contohnya, seperti perayaan Pesta Laut di Sarang Tiung (sebuah desa di Kec. Pulau Laut Sagam, Kab. Kotabaru, Kalsel),” ujarnya.

Sebagai informasi, tradisi Pesta Laut merupakan bentuk rasa syukur atas hasil laut yang diperoleh masyarakat nelayan. Kegiatan Pesta Laut juga mengandung pesan agar manusia hendaknya menjaga ekosistem laut dan terumbu karang.

Di beberapa daerah di pesisir di Kotabaru, Pesta Laut biasanya dimeriahkan dengan berbagai rangkaian acara, seperti lomba perahu hias, lomba balap kelotok (perahu bermesin), pameran kuliner khas dari delapan desa yang ada di daerah setempat, pertunjukan tari-tarian, serta penampilan teater. (*)

admin

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Agenda