AgendaNewsRilis Media

GMI Kalsel Hadiri Program Anggota DPR RI H. Muhammad Nur Terkait Pengembangan Potensi Pariwisata di Kalsel

GMI Kalsel turut serta menjadi peserta pada Bimbingan Teknis bertajuk “Strategi Promosi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Melalui Media Digital di Era Adaptasi Kebiasaan Baru”. Diklat digelar di Hotel Golden Tulip Banjarmasin, Kamis (15/10/2020).

Program ini terselenggara atas inisiasi Anggota DPR RI H. Muhammad Nur. Ini merupakan kegiatan bersama mitra komisi yang dilaksanakan di Dapil selaku perwakilan masyarakat Kalimantan Selatan.

Adapun mitra komisi pada program H. Muhammad Nur kali ini adalah Direktorat Komunikasi Pemasaran, Deputi Bidang Pemasaran, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

GMI Kalsel dalam hal ini diwakilkan oleh Sirajuddin Kahfi (Kabid. Politik, Kebijakan, Hukum & Advokasi) Muhammad Waliulu (Kabid. Humas & Hubungan Antar Lembaga), Fahrul Zaky (Kabid. Koperasi, UMKM & Ekonomi Kreatif), dan Ahmad Nur Husnul (Anggota Bidang Kesehatan& Sosial).

Dalam paparannya, H. Muhammad Nur meminta segenap pihak membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui media digital.

“Saat ini Pandemi Covid-19 telah meluluhlantakkan semua sektor kehidupan, termasuk di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang merupakan salah satu penyumbang devisa negara nomer dua di Negara ini,” kata Anggota DPR RI Fraksi Gerindra tersebut.

Untuk menggenjot sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Kalimantan Selatan H. Muhammad Nur meminta pemerintah daerah agar lebih mempersiapkan diri lagi, terutama pembenahan infrastruktur pada sejumlah potensi dan destinasi wisata yang tersebar di Kalsel.

Jika infrastruktur memadai dan mudahnya akses ke tujuan wisata, maka akan membuka lebar potensi kunjungan wisatawan, hingga bedampak terbuka lebarnya pasar produk ekonomi kreatif.

“Kita minta pemerintah daerah lebih bersiap lagi. Sehingga kita punya bahan dan data untuk bisa memperjuangkannya di pusat,” kata Muhammad Nur kepada wartawan.

Sebagai generasi milenial, kita tentu berharap, eksostisme alam dan kebudayaan Kalsel dapat dikelola dengan baik sehingga bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Sayangnya, kita belum masuk dalam urutan destinasi wisata nasional seperti Bali, Jawa, Mandalika, maupun Danau Toba di Sumatera.

“Memang, semua potensi kawasan wisata di daerah merupakan aset daerah yang pengembangannya juga oleh daerah. Sedang pemerintah pusat akan mendorong keterlibatan masyarakat dalam ekonomi kreatif, sehingga dapat memacu perekonomian. Jadi, agar menarik perhatian pemerintah pusat, maka persiapan daerah sendiri harus dari a sampai z,” ujarnya. (GMIKalsel)

 

admin

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Agenda